Pos

Bolehkah Perempuan yang Sedang Haid Membaca Al-Quran? Ini dia Solusinya

Assalamualaikum wr wb ukhti yang dirahmati Allah. Kali ini saya akan membahas tentang pertanyaan-pertanyaan yang nyaris semua perempuan pernah mempertanyakannya, termasuk saya. Sehingga hari ini saya agak sibuk cari referensi dan jawabannya. Disini akan diuraikan secara singkat. So, Let's see.

Melaksanakan amalan-amalan di Bulan Ramadhan sangat istimewa. Sebab pahala akan digandakan berkali-kali lipat. Namun, hampir setiap perempuan di masa subur pasti tidak bisa menjalankan ibadah puasa secara penuh. Dalam sebulan ada waktu-waktu ia mengalami haid, otomatis diharamkan mendirikan shalat dan berpuasa sekira 3 hingga 7 hari bahkan lebih.

Di bulan Ramadhan kita seringkali berlomba-lomba membaca dan mengkhatamkan Alquran. Namun, sekali lagi bahwa perempuan punya waktu-waktu dimana ia terbatasi dalam menjalankan ibadah, sehingga harus lebih 'lincah' membaca Al-Quran terkhusus di Bulan Ramadhan penuh rahmat.

Nah, untuk ukhti-ukhti tercinta yang dirahmati Allah. Dan sekiranya ak…

Pikiran Acak-acak

Kalau tidak mampu, kita bisa saja berusaha untuk menjadi mampu. Kalau rapuh, kita bisa saja bangkit. Tapi kalau sudah malas dan menyerah, titik, semuanya selesai.
Sesungguhnya begitu banyak nikmat yang mesti disyukuri. Mengeluh hanyalah bentuk reaksi kekecewaan pada diri sendiri yang dilimpahkan kepada orang dan hal lain. Lari dari kenyataan tak akan menyelesaikan apapun. Tanggung jawab hal pasti yang harus dituntaskan.

Ah bertele-tele sekali. Semua orang juga tau jih kali Diah.

Sesungguhnya di halaman ini saya ingin bercerita tentang proses melanjutkan pendidikan ke tingkat magister. Dorongan terbesar lanjut sekolah lagi adalah karena 'desakan' Bapak dan Mama. Berbicara tentang niat menjalaninya sebenarya saya tak terlalu ikhlas, dijalani setengah hati. Saya kayaknya sudah pernah menulis tentang saya yang 'salah jurusan' masuk di English Literature sebagai mahasiswa bebas tes asal ceklis-ceklos. Melanjutkan magister dengan jurusan yang sama alasannya disiplin ilmu yan…

Dasar Cewek!


...Gak enak yah jadi cewe, kalo suka sama orang gak bisa langsung bilang. Bisanya cuma nunggu doang... (Riani - 5cm)

Jadi ingat quote Riani di film 5cm waktu scene dia curhat sama Ian sambil lihat Zafran-Genta-Arial main di danau. Dan kok saya setuju sekali yah. Pada dasarnya perempuan memang suka menyembunyikan bahkan menampik perasaannya sendiri. Bisanya cuma melempar kode yang seringkali tak bisa diartikan si doi. Apa boleh buat. Ujung-ujungnya pasrah dan bilang dalam hati "Yaudahlah yah, kayaknya memang dia ndak punya rasa yang sama."
Pegang prinsip itu susah loh. Dan ini salah satu perkara Harga Diri *kepalkan tangan dan tepuk dada*. Sialnya, cinta selalu punya banyak segi. Contonya banyak di sekitar kita. Ada orang yang dengan nyata bilang sayang dan cinta banget sama kita dengan beribu-ribu pembuktian dan penantian, bahkan kita diberi waktu yang panjang buat berpikir tapi kitanya ndak mau dan ndak bisa sama dia dengan alasan yang entah. Di waktu bersamaan kita sedan…

Untuk Rahasiaku

πŸ‘–: Pernahkah kau merasa sepi tanpa kabarku?
πŸ‘—: Selalu!
πŸ‘–: Mengapa tak pernah menghubungi?
πŸ‘—: Aku takut
πŸ‘–: Apa?
πŸ‘—: Takut semakin jatuh cinta lagi

Untukmu,
Terima kasih pernah hadir di hidupku -yang kehadiran hingga kepergiannya berselimut rahasia paling rapat. Takdir memang selalu saja penuh keunikan yang misteri. Entahlah, kita akan berjumpa lagi atau tidak. Yang pasti, aku selalu menyimpan pesan untuk diri sendiri bahwa "sebelum berkenal dengan seseorang, maka bersiaplah untuk berpisah dengannya". Yah, kupikir cara itu berhasil, setidaknya air mata tak terlalu menganak sungai. Ia hanya jatuh seperti hujan rintih-rintih. Dingin yang menghangatkan. Membanjiri perasaan.

Untukku,
Mengapa kabarku selalu dibawah ketidakbaikan? Diriku terlalu menaruh sejulang-julangnya pengharapan. Diriku terlalu larut pada seandai-andai-saja. Diriku terlalu mencintaimu sebagai rahasia terbesar di hidupku untuk saat ini. Diriku maukah memaafkanku (sekali lagi)?

Salam ♡

Radiah Annisa

Lamar


Perempuan normal mana yang tak ingin dilamar? Pasti semua ingin. Hanya saja, (menurut pengalaman) dilamar itu ternyata tak seasyik drama-drama. Ia sungguh mengagetkan dan seiringnya akan muncul banyak kecemasan. Muncul pertanyaan bercabang-cabang dengan beribu percabangannya lagi.

"Apakah aku akan baik-baik saja bersamanya? Ataukah ia akan baik-baik saja bersamaku? Apakah langkah yang aku ambil akan diridhoi? Bagaimana aku akan menjalaninya kelak? Betulkah aku jodoh yang tepat untuknya? Relakah ia menerima dengan segala kelemahanku? Cukup adakah rasa sabar dan syukur di hatiku? Ah, apa keputusanku?"


Dan,
Laki-laki normal mana yang tak gugup saat melamar? Pasti semua merasakannya, apatalagi berhadapan langsung dengan 2 orangtua sang gadis. Kecemesannya pasti lebih bercabang dibanding si perempuan.

"Apakah akan diberi jawaban Ya atau Tidak?"

Melamar adalah mengalahkan ego, bukan perkara main-main. Aksi yang hanya bisa dilakukan lelaki-lelaki tangguh dengan jiwa ya…

Ingat Password

Assalamu alaykum warahmatullahi wabarakatuh!

Wah, jadi sudah berapa abad blog ini ditinggal pemiliknya? Saya pikir blog ini sudah tak bisa Log in kembali karena rasa-rasanya saya sudah lupa password-nya. Eh tak sengaja utak-atik tulisan di note ponsel dan ternyata tertera alamat e-mail dan password blog. Saya iseng Log in dan akhirnya masih bisa masuk. Ah, rindunya...

Padahal di Januari 2017 saya baru saja buat blog baru dengan nama ranisnas.blogspot.co.id . Tapi rumah baruku itu sementara saya nonaktifkan dulu sembari lepas kangen dengan rumah lama ini.

Kalau lihat-lihat viewer blog ini saya sampai terheran-heran, bisa gitu yah ada 1 tulisan yang viewernya sudah capai seratus ribuan lebih hampir dua ratus ribu viewer per tulisan. Dibanding blog baru itu paling banyak seratusan saja. Wah, blog ini lebih luar biasa ternyata. Kayaknya saya bakal tinggal lama di rumah lama yang lama kutinggalkan.

Sampai jumpa di tulisan berikutnya, love :)

Salam ♡

Radiah Annisa

Pelajaran dari Sebuah Cermin