‘Mencuri’ Pesona Tanah Haram (Perjalanan Umrah di Makkah dan Madinah)
Oleh: Radiah Annisa N Ada seorang anak perempuan berusia 16 tahun, menulis satu puisi tentang rindu. Dia rindu meski belum pernah bertemu. Tiga tahun selanjutnya, ditulis lagi rindu itu di buku 100 impian hidupnya. Setiap melihat puisi dan impian yang sama, ia selalu tersenyum simpul. Tak pernah ia duga, ia menuntaskan rindunya dan menceklis daftar impiannya lima tahun kemudian. Daftar impian hidup dan puisinya berjudul “Merindu Kakbah Baitullah”. Dan anak perempuan itu adalah aku. Ketika masih berstatus siswa SD, SMP hingga SMA beberapa tahun lalu, pelajaran pendidikan Agama Islam yang membahas tentang Rukun Islam tak pernah terlewatkan. Mataku selalu berbinar jika disebutkan Rukun Islam terakhir yaitu “naik haji bagi yang mampu”. Juga ketika pada pelajaran Ilmu Sosial tentang 7 keajaiban dunia, aku selalu takjub. Borobudur di Indonesia, Eiffel di Paris, Taj Mahal di India, Menara Pisa di Inggris, Tembok Besar di China, Colloseum di Roma dan Kakbah di Arab Saudi. Alhamdulil...