Postingan

Menampilkan postingan dengan label POETRY alias PUISI

Puisi: Qalbuku

Qalbuku Qalbuku bertanya siapa saya? Qalbuku bertanya dari mana saya? Qalbuku bertanya mau kemana saya? Qalbuku bertanya cukupkah persiapan saya? Kutanya diriku Kusingkap tabir hatiku Kudengar bisikan nuraniku Kurasakan curahan Qalbuku My Deepest Heart My deepest heart asks who am I? My deepest heart asks where I came from? My deepest heart asks where I go for? My deepest heart asks is my provision enough? I ask my self I open cover of my heart I hear my heart whispering I feel my heart trembling Salam Pena Radiah Annisa Nasiruddin

Masjid Kristal Negeri Terengganu Malaysia

Gambar
mesjid kristal Terengganu, Malaysia Dan kupijakkan kaki di pelataran masjid kristal Terapung di atas air Di Negeri Terengganu Di taman tamadun islam di pulau wan man Masjid yang mengkristal Menyilaukan mata Bercahaya terbuat dari kaca-kaca indah hati berdecak kagum rasakan kesejukannya Kuba yang menawan Pancarkan keagungan Masjid lambang keislaman Rumah Allah di tanah jiran Negeri Terengganu, Malaysia, 16 Juli 2011 masjid terapung Salam pena, Radiah Annisa Nasiruddin

Puisi: Tugu Monas Ibu Kota

Gambar
Depan Monas Tugu monas. Monumen negara kita Kebanggan yang nyata Hasil perjuangan bangsa Indonesia Yang simpan beribu saksi sejarah Di pucuk monas Emas murni berkilau nuansa kemenangan Menjulang gapai sang mega Pencakar langit yang indah Di ibu kota, pintu gerbang Indonesia Monumen nasional kita Saksi sejarah di masa revolusi kemerdekaan Yang jadi primadona negara Untuk masyarakat Indonesia dan dunia Tetaplah wariskan ceritamu Agar tak termakan waktu Agar anak cucu kita tahu Sejarah bangsa yang membuat kita menyatu depan monas jakarta Jakarta, April 2010

Puisi: Hariku

Gambar
doc.pribadi/sunset tanjung bayang Ilahi, Engkau jadikan pagi Ketika embun hampir kering di terpa mentari Dan ayam jantan berkokok dini Bersamaan engkau tebarkan rezeky Ilahi, Engkau datangkan siang Sang surya kian benderang Langit menyengat membentang Dan laut harapan semakin riang Ilahi, Engkau ciptakan senja Mentari hampir beranjak Selesaikan tugas alam Dalam berbagi warna Perlahan cakrawala memerah Dan raga melelah Ilahi, Engkau rangkum semua dalam malam Berlalu sudah Pagi, siang, dan senja Kan kusulam hari ini dengan syukur dan zikir di bibir hati Bermuhasabah sebelum di buai mimpi Semoga hariku Engkau ridhoi Makassar, Januari 2013

Salju Impian

Gambar
mauka lihat, pegang, makan salju. hehe Salju Itu? Salju itu bagaimana? Benarkah sedingin es? Benarkah seputih kertas? Benarkah selembut kapas? Maniskah rasanya? Harumkah aromanya? Tak ada yang bisa menjawab Hanya gambar layar kaca Perlihatkan salju berwarna maya Turun perlahan seperti hujan Di sini, mengapa tak ada salju? Itu memang pertanyaan palsu Semua tahu jawabannya Negaraku, Negara tropis Tak turun salju Kalian tahu? Dari sekian banyak citaku Salah satunya, aku ingin lihat salju Menyentuhnya Mencicipi rasanya Mencium aromanya Lalu kubawa pulang ke rumah Bisakah? Makassar. 28-12-2012 ^^diah annisa  saat-saat ingin sekali lihat salju. -_-

Elemen Hidup

Gambar
api, tanah, udara, air Jika hidup ibarat air Tak akan kubiarkan ia keruh dan tumpah ruah Agar mampu sucikan raga dan sejukkan di kala dahaga Jika hidup ibarat api Tak akan kubiarkan ia bergejolak membakar Agar mampu jadi api unggun kehangatan Jika hidup ibarat angin Tak akan kubiarkan ia beliung lantas memporandakan Agar mampu hapus peluh dan terbangkan penat Jika hidup ibarat tanah Tak akan kubiarkan ia retak lantas runtuh Agar kaki mampu berpijak tegap di atasnya Jika ke empat elemen itu cinta Maka akan kujaga dengan indah Tak mengekang Tak pula membiarkan Agar mampu tundukkan segala gundah Dalam kesyahduan                                                         ...

Untuk IA Sayang Garuda-Na

Gambar
Tinta jari dan kartu pemilih, pemilu pertama ku Hari ini nasib lima tahun rakyat dipertaruhkan Aku tak mengenalmu Tetapi wajahmu meriahkan dinding – dinding lusuh Terpampang baliho dengan sejuta janji mencengkeram kalbu Kaukah pemimpinku? Gubernurku? Janji – janji manis terhambur Memekikkkan telinga yang hampir kendur Dan senyum semerbak berwarna jingga Membutakan mata yang terlena Tawarkan segala ke-gratis-an tanpa batas Pendidikan gratis Kesehatan gratis Bahkan sampai ke liang lahat pun gratis Ingatlah, Siapa pun itu Engkau pemimpin kami Ayomi kami selalu dengan ‘semangat baru’ Berdiri terdepan sebagai ‘komandan’ Terbang gagah berani, arungi angkasa bagai ‘garuda’ Kuharap jangan lagi menutup indera Melihat kami merengek kelaparan Bodoh tanpa pendidikan Sakit, sebab tak ada tempat untuk si miskin dalam kesehatan Ingatlah Setiap manusia adalah pemimpin Dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya Ku pilih kau de...